Google Search
Selasa, 31 Januari 2012
Ta'lim Bekasi
Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Timbangan Islam
Oleh: Wira Bachrun Al Bankawi)*
Bulan Rabiul Awwal telah tiba. Di bulan ini banyak dari kaum muslimin
yang mengadakan acara peringatan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam atau yang dikenal dengan acara Maulid Nabi. Bagaimana
sebenarnya hukum perayaan ini? Apakah dibenarkan oleh Islam ataukah
malah sebaliknya? Insya Allah tulisan ringkas ini akan menjelaskan
pandangan syariat terhadap Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Hakikat Perayaan Maulid
Perayaan Maulid tidak pernah dilakukan oleh generasi awal Islam. Al Imam Ash Shakhhawi mengatakan,
“Perayaan maulid tidak pernah dinukilkan dari salah seorang pun dari
dari salafus shalih yang hidup di tiga generasi awal Islam, hanya saja
perayaan ini dimunculkan setelah masa tersebut.”
Senin, 23 Januari 2012
Radio Master 1.7
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Nggak sempet dateng ke Dauroh/Kajian/Tabligh Akbar????
Pengen punya mp3 kajian yang disiarkan radio-radio ahlussunnah online???
Pengen punya mp3 kajian yang disiarkan radio-radio ahlussunnah online???
Nggak perlu khawatir, Alhamdulillah, sekarang ada program Radio Master 1.7 dan ini 100000% free dan bukan bajakan.
Radio Master adalah sebuah aplikasi untuk mendengarkan siaran radio yang
ada hampir diseluruh dunia secara online. Yang menarik dari software
ini tidak hanya untuk mendengarkan radio, tapi juga dapat merekam siaran
yang sedang anda dengarkan melalui aplikasi ini. Dan hasilnya akan
disimpan dalam format MP3.
Labels:
Download,
Kajian,
Radio Online,
Software
Kamis, 01 Desember 2011
Adakah Bid’ah Hasanah? (2)
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits
Banyak
alasan yang dipakai orang-orang untuk ‘melegalkan’ perbuatan bid’ah.
Salah satunya, tidak semua bid’ah itu jelek. Menurut mereka, bid’ah ada
pula yang baik (hasanah). Mereka pun memiliki dalil untuk mendukung
pendapatnya tersebut. Bagaimana kita menyikapinya?
Di
antara sebab-sebab tersebarnya bid’ah di negeri kaum muslimin adalah
adanya keyakinan pada kebanyakan kaum muslimin bahwa di dalam kebid’ahan
ini ada yang boleh diterima yang dinamakan bid’ah hasanah. Pandangan
ini berangkat dari pemahaman bahwa bid’ah itu ada dua: hasanah (baik) dan sayyiah (jelek).
Adakah Bid’ah Hasanah?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam, sholawat
dan salam bagi Nabi yang ummiy Al Amin, juga untuk keluarga dan para
sahabatnya.
Suatu hal yang seringkali menjadi perbincangan adalah
penetapan ada atau tidaknya bid’ah hasanah dalam dinul islam yang telah
Allah sempurnakan ini.
Maka dalam tulisan saya ini, insya allah pembahasan akan saya titik beratkan pada tiga hal berikut ini:
- Penegasan bahwa semua bid’ah adalah sesat, dengan dalil dari Al Qur’an dan Sunnah serta Atsar dari para sahabat Rasulullah, sesuai dengan penjelasan para ulama
- Penjelasan dalil-dalil yang digunakan oleh orang yang menganggap adanya bid’ah hasanah, khususnya dalil-dalil yang biasa digunakan oleh pendebat
- Penegasan bahwa tidak ada bid’ah hasanah dalam islam
Setiap Bid’ah Sesat dan Setiap Kesesatan di Neraka!
Sesungguhnya,
salah satu ujian terbesar ummat Islam dewasa ini adalah permasalahan
“Bid’ah” (yaitu ungkapan dari “suatu jalan/cara dalam agama yang
diada-adakan (tanpa dalil) yang menyerupai syari’ah yang bertujuan
dengan melakukannya adalah berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah
subhanahu wa ta’ala”, lihat Mukhtashar Al-I’tisham hal.7, -pent.),
bahkan hal ini telah menyebar ke berbagai negara Islam. Jarang sekali
kita jumpai suatu tempat yang di situ terlepas dari masalah bid’ah dan
sangat sedikit manusia yang selamat darinya. Perkara bid’ah merupakan
masalah yang besar, sangat berbahaya, dan termasuk “pos”nya kekufuran.
Pelaku bid’ah telah mencabut hukum Allah, karena itu dia tidak mau
berusaha untuk taubat (tidak diberi pertolongan untuk bertaubat).
Berkata ‘Abdullah bin ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu: “Sesungguhnya
perkara-perkara yang paling dibenci oleh Allah adalah bid’ah-bid’ah.”
(Dikeluarkan oleh Al-Baihaqiy dalam Al-Kubra 4/316)
Berkata Sufyan Ats-Tsauriy: “Bid’ah itu lebih disukai oleh Iblis daripada kemaksiatan, pelaku maksiat masih ingin bertaubat dari kemaksiatannya (masih diharapkan untuk bertaubat), sedangkan pelaku bid’ah tidak ada keinginan untuk bertaubat dari kebid’ahannya (sulit diharapkan untuk bertaubat).” (Dikeluarkan oleh Al-Laalikaa`iy 1/133 dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 7/26 dan Al-Baghawiy dalam Syarhussunnah 1/216)
Mengenal Bid'ah
Penulis: Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari
Al
Allamah Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa`di rahimahullah
memaparkan tentang bid`ah: "Bid`ah adalah perkara yang diada-adakan
dalam agama". Sesungguhnya agama itu adalah apa yang datangnya dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an dan
As Sunnah. Dengan demikian apa yang ditunjukkan oleh Al Qur’an dan As
Sunnah itulah agama dan apa yang menyelisihi Al Qur’an dan As Sunnah
berarti perkara itu adalah bid`ah. Ini merupakan defenisi yang mencakup
dalam penjabaran arti bid`ah.
Sementara bid`ah itu dari sisi keadaannya
terbagi dua :
Pertama : Bid`ah I’tiqad (bid`ah yang bersangkutan dengan keyakinan)
Bid`ah
ini juga diistilahkan bid`ah qauliyah (bid`ah dalam hal pendapat) dan
yang menjadi patokannya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam yang diriwayatkan dalam kitab sunan :
Langganan:
Postingan (Atom)






