Google Search




Tampilkan postingan dengan label Sesat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sesat. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

Menyimpang Tanpa Sadar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


__________________________________________

"MENYIMPANG TANPA SADAR"

Istiqomah Di Atas Al-Haq Adalah Jalan Keselamatan. Syaithon Tidak Akan Membiarkan Manusia Berada Di Atas Kebenaran. Segala Makar Dan Tipu Daya Yang Kasar Hingga Halus Yang Melenakan Hingga Tanpa Sadar Sekian Umat Ini Telah Menyimpang Dari Jalan Kebenaran.

YANG HALAL MENJADI HARAM YANG SYUBHAT MENJADI MASLAHAT.
_________________________________________

Dengan Mengharap Wajah Allah Ta'ala, serta sebagai Nasehat Untuk Diri Dan Umat.
Mengundang kaum muslimin utk menhadiri Dauroh Ilmiyah :

" MENYIMPANG TANPA SADAR "

Bersama Ust Muhammad Afiffudin As Sidawy -hafidzahullaah-
Hari : Ahad
Tanggal : 26 Februari 2012
Jam : 09.00-12.00
Di Masjid Al-I'tisham Jl Jendral Sudirman Jakarta Pusat.

Jazaakumullaahu khair katsiran


Sesi 1
Kualitas 32kbps 
Disini atau disini atau disini 

Kualitas 128kbps 
Disini atau disini atau disini

Sesi 2 
Kualitas 32kbps 
Disini atau disini atau disini atau disini 

Kualitas 128kbps 
Disini atau disini atau disini 

Sesi Tanya Jawab 
Kualitas 32kbps 
Disini atau disini atau disini atau disini 

Kualitas 128kbps 
Disini atau disini atau disini 

Semoga Bermanfaat 

nb: 
Semuanya merupakan rekaman ana pribadi, kecuali pada Sesi 1 sampai dengan menit ke 06:07 merupakan rekaman al akh Abu Amira Khoirunissa, karena ana datangnya terlambat :)

Selasa, 14 Februari 2012

Mitos Valentine Day

14 Februari, adalah tanggal yang telah lekat dengan kehidupan muda-mudi kita. Hari yang lazim disebut Valentine Day ini, konon adalah momen berbagi, mencurahkan segenap kasih sayang kepada “pasangan”-nya masing-masing dengan memberi hadiah berupa coklat, permen, mawar, dan lainnya. Seakan tak terkecuali, remaja Islam pun turut larut dalam ritus tahunan ini, meski tak pernah tahu bagaimana akar sejarah perayaan ini bermula.

Sesungguhnya Allah l telah memilih Islam sebagai agama bagi kita, sebagaimana firman-Nya:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imran: 19)

Allah juga menyatakan bahwa Dia tidak menerima dari seorang pun agama selain Islam. Allah berfirman:
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 85)

Nabi juga bersabda:
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لاَ يَسْمَعُ بِي يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidak ada seorangpun yang mendengar tentang aku, baik dia Yahudi atau Nasrani, lalu dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan risalah yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.”

Rabu, 08 Februari 2012

Fikih Mu'amalah Tehadap Sururiyyah Dan Hizbiyah


Pembicara : Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Tanggal dan Tempat:
* Sabtu, 4 Pebruari 2012
   Fikih Mu'amalah Terhadap Sururiyyah Dan Hizbiyah
   Masjid Al I'tishom (Sudirman)
   Pukul 09.00 s/d Selesai


   Sesi 1:
   - Kualitas suara 128 kbps, klik disini atau disini.
   - Kualitas suara 32 kbps, klik disini atau disini.

Selasa, 31 Januari 2012

Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Timbangan Islam

Oleh: Wira Bachrun Al Bankawi)*

Bulan Rabiul Awwal telah tiba. Di bulan ini banyak dari kaum muslimin yang mengadakan acara peringatan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam atau yang dikenal dengan acara Maulid Nabi. Bagaimana sebenarnya hukum perayaan ini? Apakah dibenarkan oleh Islam ataukah malah sebaliknya? Insya Allah tulisan ringkas ini akan menjelaskan pandangan syariat terhadap Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.


Hakikat Perayaan Maulid

Perayaan Maulid tidak pernah dilakukan oleh generasi awal Islam. Al Imam Ash Shakhhawi mengatakan,

“Perayaan maulid tidak pernah dinukilkan dari salah seorang pun dari dari salafus shalih yang hidup di tiga generasi awal Islam, hanya saja perayaan ini dimunculkan setelah masa tersebut.”

Kamis, 01 Desember 2011

Setiap Bid’ah Sesat dan Setiap Kesesatan di Neraka!

Sesungguhnya, salah satu ujian terbesar ummat Islam dewasa ini adalah permasalahan “Bid’ah” (yaitu ungkapan dari “suatu jalan/cara dalam agama yang diada-adakan (tanpa dalil) yang menyerupai syari’ah yang bertujuan dengan melakukannya adalah berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala”, lihat Mukhtashar Al-I’tisham hal.7, -pent.), bahkan hal ini telah menyebar ke berbagai negara Islam. Jarang sekali kita jumpai suatu tempat yang di situ terlepas dari masalah bid’ah dan sangat sedikit manusia yang selamat darinya. Perkara bid’ah merupakan masalah yang besar, sangat berbahaya, dan termasuk “pos”nya kekufuran. Pelaku bid’ah telah mencabut hukum Allah, karena itu dia tidak mau berusaha untuk taubat (tidak diberi pertolongan untuk bertaubat).
Berkata ‘Abdullah bin ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu: “Sesungguhnya perkara-perkara yang paling dibenci oleh Allah adalah bid’ah-bid’ah.” (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqiy dalam Al-Kubra 4/316)

Berkata Sufyan Ats-Tsauriy: “Bid’ah itu lebih disukai oleh Iblis daripada kemaksiatan, pelaku maksiat masih ingin bertaubat dari kemaksiatannya (masih diharapkan untuk bertaubat), sedangkan pelaku bid’ah tidak ada keinginan untuk bertaubat dari kebid’ahannya (sulit diharapkan untuk bertaubat).” (Dikeluarkan oleh Al-Laalikaa`iy 1/133 dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 7/26 dan Al-Baghawiy dalam Syarhussunnah 1/216)