بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Penulis: Al Ustadz Sofyan Chalid Ruray
Kenikmatan
dan musibah adalah dua hal yang akan selalu bersama seorang hamba
dalam kehidupan dunia ini. Sehingga kita dituntut untuk siap, bukan
saja ketika menghadapi kenikmatan dengan syukur kepada Allah ta’ala,
tetapi juga ketika menghadapi musibah dengan kesabaran. Nabi
shallallahu’alaihi wa sallam menjelaskan diantara sifat orang-orang
yang beriman,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ
أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ
أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ
ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh
menakjubkan keadaan seorang mukmin itu, sesungguhnya setiap keadaannya
baik –dan hal itu tidak mungkin ada kecuali pada diri seorang mukmin-
yaitu ketika dia mendapati sebuah kenikmatan diapun bersyukur, maka itu
adalah kebaikan baginya. Dan apabila dia ditimpa sebuah musibah diapun
bersabar, maka itu juga kebaikan baginya.” [HR. Muslim, no. 7692 dari Sahabat yang mulia Shuhaib bin Sinan radhiyallahu’anhu]







